Pembaca pasti memiliki sahabat dan aneka cerita saat bersamanya. Sudah pasti mengerti pula apa arti sahabat. Artikel ini hanyalah sekedar penyegaran kembali ingatan saudara tentang sahabat yang saudara miliki.
Dalam KBBI disebut tentang pengertian sahabat adalah kawan atau teman. Secara umum dapat dilihat bahwa sahabat lebih dari sekedar teman atau kawan. Sahabat umumnya lebih dekat dari sekedar teman, dia lebih akrab dari kawan. Menurut penulis sendiri, sahabat merupakan seseorang yang mengerti tentang kita, menerima kita apa adanya, dan selalu berada di samping kita meski sesungguhnya tidak di samping kita.
Setelah penulis bertanya ke sana dan ke sini, banyak yang berkata seorang sahabat harus begini harus begitu. Setiap orang memiliki pandangan berbeda tentang sahabat yang baik. Bagaimana dengan seorang anak kecil?
Tentu dia memiliki pandangan sendiri. John C. Maxwell dalam bukunya menuliskan karangan seorang anak kecil tentang sahabat terbaiknya. Sahabat terbaiknya adalah seekor anjing. Mengapa anjing?
Tentu dia memiliki pandangan sendiri. John C. Maxwell dalam bukunya menuliskan karangan seorang anak kecil tentang sahabat terbaiknya. Sahabat terbaiknya adalah seekor anjing. Mengapa anjing?
Sang anak menulis bahwa anjing tersebut tidak marah saat ia berbuat salah, anjing tersebut tidak seperti ibunya yang melarang dia melakukan sesuatu, anjing tersebut tidak seperti kakaknya yang menyuruhnya berhenti. Anjing tersebut hanya duduk terdiam menemaninya setiap saat.
Lalu bagaimana dengan sahabat yang berupa manusia? Bisakah kita bertindak sebagai sahabat yang hanya diam? Tidak! Tapi kita perlu belajar dari anjing tersebut. Apa pelajarannya? Mudah saja, dari alasan-alasan sang anak dapat terlihat kata "duduk diam menemani", artinya seorang sahabat mendukung dia saat yang lain melarang dan menyuruhnya berhenti dan tidak memarahinya. Lalu apakah itu berarti kita hanya diam saja saat melihat sahabat kita melakukan sesuatu yang sudah jelas terlihat salah? Tidak! Sang anak memilih anjing sebagai sahabatnya, karena anjing mengetahui kapan sang anak itu salah arah. Demikian pula kita yang berlaku sebagai seorang sahabat. Kita mendukung perbuatannya tidak semata mendukung saja, kita perlu melihat apakah arah sahabat kita sudah benar atau belum. Jika salah, maka kita "menggonggong" sabagai peringatan untuknya. Seorang sahabat yang baik tidak akan membiarkan sahabatnya celaka meskipun terkadang sahabatnya menyakitinya baik sengaja atau tidak.
Apalagi pelajaran yang kita dapat dari anjing tersebut? "Menemaninya setiap saat" berarti menunjukkan sikap setia anjing tersebut. Suka duka ia selalu ada. Kalau anjing mungkin bisa ada di sisi kita setiap saat, bagaimana dengan sahabat? Sama saja, bedanya hanyalah ia terkadang tidak benar-benar di samping kita saat suka atau duka tapi bersama dalam hati. Mungkin terdengar aneh, tapi cobalah pembaca sadari akan hal itu maka suka saudara akan berlipat dan duka akan berkurang berkali lipat.
Well, pada akhirnya janganlah menyamakan sahabat saudara dengan anjing itu, karena sahabat Anda bukanlah anjing. Sahabat juga manusia yang punya banyak kelemahan, terimalah ia apa adanya meski terkadang ia tidak ada apa-apanya. Untuk kali ini, kita lah yang berada di posisi anjing yang mau menerima bagaimana pun majikannya. Kita harus mampu menerima sahabat kita dengan lapang dada, baik buruknya hanyalah warna yang akan menjadi kisah kita nantinya.
Merasa kurang menjadi sahabat yang baik? Belum terlambat untuk menjadi yang baik sekarang. Untuk apa menunda-nunda menjadi sahabat yang baik jika saudara dapat melakukannya saat ini juga? So, bergegaslah menjadi sahabat yang baik, tapi ingat, bukan dari artikel ini saudara menjadi sahabat yang baik, tapi dari hati saudaralah pembaca dapat menjadi sahabat yang baik.
Pada akhir kupersembahkan puisi untuk sahabat-sahabatku.
PUISI UNTUK SAHABAT
Lamunanmu jauh hingga negeri seberang
Sendiri di sepanjang jalan
Aku datang menyeberang
"Biarkan aku bersama berjalan,
Aku janji akan diam."
(Salam)
Sendiri di sepanjang jalan
Aku datang menyeberang
"Biarkan aku bersama berjalan,
Aku janji akan diam."
(Salam)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar