Senin, 19 Maret 2012

There's LIE in BELIEVE, There's IF in LIFE, There's END in FRIENDSHIP

Saudara yang terkasih, Anda pasti pernah mendengar kalimat - kalimat seperti ini : "There's LIE in BELIEVE", "There's IF in LIFE", atau "There's END in FRIENDSHIP". Mungkin memang benar demikian. Namun, apakah saudara pernah memainkan kalimat - kalimat tersebut? Jika belum, mari kita bermain dengan kata - kata tadi.. ^^

Yang diperlukan hanyalah pengubahan konsep sederhana dari kalimat - kalimat tadi. Anda membacanya There's LIE in BELIEVE, tapi bagaimana jika sebenarnya karena ada LIE maka BELIEVE pun terbentuk? Kebohongan yang sering diungkapkan oleh kita sebenarnya membangun rasa untuk percaya. Tapi bagaimana bisa kebohongan membangun kepercayaan? Saat Anda mengetahui Anda dibohongi, coba pikirkan "Mengapa dia berbohong kepadaku?" Salah satu alasannya adalah karena dia tidak percaya kepada Anda. Lalu berlanjut ke pertanyaan "Bagaimana agar dia percaya kepadaku?" Jawabannya sederhana tapi sulit dilakukan, mulailah untuk mempercayainya lebih dahulu. Mempercayai seseorang yang sudah membohongi kita? Tidak masuk akal ya? Buang kata tak masuk akal itu ke tempat sampah sekarang juga! Kubagi sedikit ceritaku : sahabatku sudah kubohongi berulang kali. Rasanya asik banget bohongi orang lain, tapi mengejutkan bahwa ratusan kali dibohongi, dia masih percaya saja. Nah, dari cerita itu dapat dikatakan bahwa itu tidak mustahil, tapi memang sulit. Tapi setalah Anda dapat percaya padanya, perlahan dia akan percaya pada Saudara. So, "because of LIE, we BELIEVE"

Lalu kalimat kedua "There's IF in LIFE". Apa salahnya kita berandai-andai. Kalau saja aku begini, kalau saja aku begitu. Tidak buruk jika berandai-andai, tapi jangan setiap detik, itu bukan berandai tapi mengeluh! Bahkan dalam post ini pun sudah banyak kata "JIKA", karena tak ada masalah untuk menggunakan kata tersebut. Karena ada kata IF maka ada LIFE. Jika semuanya serba pasti maka hidup akan membosankan. Benar kan? So, "because of IF, we have LIFE". Dan yang terakhir, "There's END in FRIENDSHIP". Sama seperti di atas, bukan persahabatan yang memiliki akhir, tapi karena adanya akhir maka kita bersahabat. Saudara pasti sadar bahwa suatu saat nanti hidup kita akan berakhir kan? Bayangkan Anda mengakhiri hidup Anda seorang diri, tanpa teman hanya keluarga. Menyedihkan, bahkan seorang pendiam pun setidaknya memiliki satu sahabat. Karena mengetahui kenyataan bahwa ada akhir dalam segala sesuatulah maka kita mulai mencari teman dan bersahabat. So, "because of END, we make FRIENDSHIP".


Nah, menarik bukan jika memainkan kata-kata yang sudah sering kita dengar? Pada intinya, lihatlah segala sesuatu dari segala sudut pandang. Hal yang jelek akan menjadi indah jika kita mau melihatnya dari sisi lain, karena pikiran kita lah yang mengatur semuanya. Semakin luas pandangan kita, semakin baiklah pengambilan keputusan kita. So, jangan terburu-buru menjudge sesuatu. Semoga bacaan ini menginspirasi hidup Saudara. :D

(Salam)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar