Kawan sekalian, pasti kita pernah bilang "Aku stres! Depresi!" atau mungkin jerit-jerit sampai nangis. Merasa murung, hilang niat untuk beraktivitas, pernah kan? Harap hati-hati, mungkin saja itu gejala depresi. Mungkin kawan menganggap depresi hanya sebatas stres sementara karena pelajaran, pekerjaan, atau cinta, tapi bagaimana kenyataannya? Artikel ini akan mengupas beberapa hal mengenai apa itu depresi dan gejala-gejalanya. Selamat membaca!
Depresi dapat dikatakan sebagai gangguan mood yang membuat orang cenderung murung. Gangguan depresi ini ditegakan jika terjadi sekurang-kurangnya 2 minggu dan memenuhi kriteria-kriteria yang diperlukan. Sebagai warga Indonesia kita menggunakan PPDGJ-III (Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa III) sebagai pedoman kita.
Bisa dibilang depresi itu "Silent Killer", jangan berkata depresi itu cuman sekedar stres. Orang yang mengalami gangguan depresi memiliki kecenderungan untuk bunuh diri. Bahkan dapat dibilang depresi menyumbang angka yang cukup besar dalam kasus bunuh diri. Angka kejadiannya cukup bervariasi di masing-masing negara, antara 20% sampai dengan 40% (Maramis et al, 2009). Poinnya di sini adalah bahwa angka tersebut merupakan angka yang besar. Penyebabnya pun beraneka ragam, mulai dari urusan sekolah sampai percintaan, dari masalah pribadi sampai kerabat meninggal bisa menimbulkan depresi. Bahkan rekreasi pun bisa jadi penyebab depresi, contoh pergi ke negara lain yang memiliki perbedaan waktu yang besar sehingga terjadi gangguan pola tidur, belum lagi makanan dan budaya yang berbeda.
Lalu, apakah dengan demikian saja dapat menyebabkan depresi? Belum tentu. Seperti yang disampaikan di atas bahwa ada kriteria-kriteria tertentu yang harus dipenuhi. Menurut PPDGJ-III ada 3 gejala utama dan 7 gejala lainnya yang dapat timbul dalam suatu episode depresi. 3 gejala utama tersebut meliputi aspek depresif, hilang minat dan kegembiraan, dan hilang energi dan berkurangnya aktivitas. Aspek depresif berarti murung sepanjang hari. Hal ini dapat disadari oleh diri sendiri atau pun orang lain. Hilang minat dan kegembiraan ini terjadi pada hal-hal yang seharusnya menyenangkan atau pada hal-hal yang biasanya senang dilakukan. Hilangnya energi ini membuat diri kita menjadi malas untuk beraktivitas sehingga aktivitas berkurang.
Tujuh gejala lainnya meliputi berkurangnya konsentrasi dan perhatian,
berkurangnya harga diri dan percaya diri, timbul rasa bersalah dan tidak
berguna, memiliki pandangan masa depan yang suram dan pesimis, memiliki gagasan
yang menbahayakan diri dan bunuh diri, gangguan tidur, dan berkurangnya nafsu
makan. Gangguan tidur ini sering kali terjadi dalam bentuk bangun lebih pagi 2 jam atau lebih dari waktu biasanya dan tida dapat tidur kembali. Gangguan depresi ini umumnya memburuk di pagi hari. Dari 10 gejala tersebut dapat dibagi menjadi 3 tingkat keparahan :
- Ringan : Memenuhi 2 gejala utama dan 2 gejala lainnya.
- Sedang : Memenuhi 2 gejala utama dan 3 sampai 4 gejala lainnya.
- Berat : Harus memenuhi 3 gejala utama dan lebih dari 4 gejala lainnya.
Nah, setelah mengetahui gejala-gejala tersebut, ada baiknya sekarang kawan menjadi lebih awas, baik terhadap diri sendiri atau pun orang lain. Jika menemukan gejala seperti di atas yang muncul selama kurang lebih 2 minggu, ada baiknya kawan memeriksakan diri atau teman Anda tersebut ke dokter umum atau pun ke spesialis kejiwaan. Jangan sampai timbul gagasan untuk bunuh diri atau bahkan dilakukan. Terakhir, perlu diingat bahwa dunia yang ada sekarang ini terbentuk karena pikiranmu, jika terlihat buruk, mulai lah memikirkan yang indah - indah, dengan demikian setidaknya kawan dapat menghindari terjadinya gangguan depresi. Demikian bacaan kali ini, semoga bermafaat~

Tidak ada komentar:
Posting Komentar